Ramadhan Keenam: Gerilya
![]() |
| http://tvline.com/ |
"Aku tidak akan memberitahukan kepada kalian sebelum kalian memberitahukan kepadaku, dari mana asal kalian berdua" sahut orang tua tersebut.
"Beritahukan kepada kami, nanti akan kami beritahu darimana kami berasal" sabda beliau.
"Jadi begitukah" tanya orang tua tadi
"Benar" jawab beliau.
Kemudian orang tua tersebut memberitahukan perkiraan kedua pasukan tersebut dengan meyebutkan fakta-fakta sebelumnya. Setelah itu dia bertanya, "Lalu dari mana asal kalian berdua?"
Rasulullah bukan orang yang ingkar, beliau menjawab "Kami berasal dari setetes air."
Setelah itu beliau beranjak pergi, meninggalkan orang tua itu terlongo keheranan, "Dari setetes air yang mana? Ataukah dari setetes air di Irak?"
Demikian sepenggal kisah perang badar yang saya tulis ulang dari sumber yang sama sebelumnya. Tentu masih banyak lagi kisah-kisah yang menarik dan mempunyai kekuatan inspirasi. Teman-teman bisa lanjutkan untuk membaca buku shirah nabawiyah semisal karangan Syekh Al-Mubaraq Fury.
Pengetahuan tentang kekuatan, tidak sekedar dari dalam diri tapi juga dari luar: lingkungan, faktor alam, hingga kekuatan dan keberadaan musuh. Inilah Rasulullah kita yang telah jauh mencontohkan strategi itu.
Ada strategi yang perlu dibagikan adapula tidak. Cukup diketahui diri sendiri atau beberapa orang saja. Tidak semua strategi harus di publish. Mungkin ada strategi yang harus bergerilya tak nampak dipermukaan tetapi memiliki andil besar dalam sebuah perubahan.
Ramadhan tahun ini pun demikian. Beberapa teman mungkin tidak membuat resolusinya di ruang publik tetapi sesungguhnya resolusi mereka kokoh didalam sanubari hati mereka. Dan yang tak kalah penting benar-benar terealisasi. Semoga kita tetap saling menguatkan ys baik secara nyata atau maya, dalam hening maupun gegap gempita. Yuk berjuang.

Berikan komentar terbaikmu :)