Menyelamatkan Puasa
![]() |
| Sumber: https://www.upstation.id/ |
Pertanyaan
yang harus selalu kita pertanyakan pada diri kita setiap hari adalah ‘masihkah
istiqomah dalam kebaikan’ ?
Allah
tidaklah mensyariatkan puasa hanya untuk merasakan lapar dan haus saja. Akan
tetapi Allah telah menyiapkan pahala yang berlipat ganda bagi hamba-hamba yang telah
berpuasa dan mengejerkan kebaikan di jalan Allah.
Berkata
Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah, “wahai sekalian manusia, sesungguhnya
Allah ta’ala mensyariatkan kepada kalian untuk berpuasa, sebagai pembersih
ruh-ruh kalian, dan menjaganya dari melampaui jasad dan syahwat keinginan hawa
nafsu, dan tidaklah Allah mensyariatkannya, untuk merasakan lapar dan dahaga
semata.” (Maqalat Ahmad Syakir hal 557).
Seorang
hamba telah menerima taufiq untuk menaati Allah
dengan berpuasa untuk mencapai ketaqwaan. Puasanya dipenuhi dengan
amalan kebaikan. Selama Ramadhan beberapa kali khatam Al-Qur’an, sedekah tidak
pernah ketinggalan, shalat malam selalu ditingkatkan, namun ketika ia tidak
mempuasakan diri perkara yang membatalkan pahala puasa, maka merugilah
sesungguhnya.
Dari
Hafshah bintu Siirin rahimahallah, ia berkata “puasa adalah perisai selama pemiliknya
tidak merusaknya. Dan sesuatu yang bisa merusaknya ialah ghibah.” (Imam
Abdurazaq 4/307).
Maka
dari itu selamatkanlah puasamu dari hal-hal yang merusak ibadah puasa. Imam
Mujahid rahimahullah berkata, “Ada dua perangai, barangsiapa yang menjaganya (yakni
jangan sampai terjatuh padanya) maka akan selamat puasanya : (1) ghibah, dan
(2) dusta.” (Al-Mushannaf, Ibnu Abi Syaibah 8887).
Semoga
kita senantiasa berusaha menyempurnakan pahala puasa. Aamiin
Menyelamatkan Puasa
ditulis oleh: Utami Wulandari

Berikan komentar terbaikmu :)