Friday, 1 April 2016

Foto: Googling
Sayangnya kami para awam tak kenal perbedaan. Bagi kami cinta ya cinta, nafsu ya nafsu.
Oh alangkah anehnya bila cinta tulus kami ini dikatakan nafsu, kami yang sering memberi perhatian baik terang maupun diam. Status kami pun pacaran bukan teman, sahabat, atau selingkuhan. Ingat ya pacaran 
Oh bukankah cinta itu mesti ada bukti, tertulis, seperti prasasti-kan? Terlihat dan tak semu. Kami para awam adalah ksatria cinta yang berani mengungkapkan, berani menyatakan. Lewat kalimat kami yang romantis, ini kelebihan kami.
Oh lihatlah wanita tercantik dan cerdas itu, lihatlah lihat. Betapa bangganya kami bisa memacarinya 
Logika kami para awam. Logika lepas, logika pembuktian, logika berbangga.
Note: penggunaan kalimat 'Kami para awam' dimaksudkan agar yang awam ngerasa ada kawan, padahal saya tidak recomend logika ini. Wkwk

Peradaban Muda . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates