Monday, 14 December 2015

Kawan, kau tahu arti pilu? Pilu itu menyesakkan.
Tariklah nafasmu dalam-dalam dan bayangkan tak ada ruang untuk menghempaskannya, itulah menyesakkan. Rasa sesak di dada, rasa sesak di kepala, dan kemudian rasa sesak itu merambat kemana-mana.
Ingat lagu, "pilu... Pilu hatiku" ingat? Lagu itu menceritakan patah hatinya seorang insan karena cintanya dikhianati. Tetapi ini bukan pilu cinta sebagaimana lagu dangdut diatas.
Ini tentang kepiluan Iman. Iman yang pilu merasakkan sesak hampir disetiap sendi-sendi organ. Melahap, melumat, dan meluluhlantahkan bangunan-bangunan iman itu dengan kepiluan, sungguh sesak.
Karena iman diwujudkan atas susunan kebaikan yang mengakar lalu kemudian menjulang luncip merobek langit.

Tidak seperti cinta yang timbul karena tahta, ah itu nafsu. 
Tidak seperti cinta yang hadir sebab harta, ah itu nafsu. 
Tidak seperti cinta menggebu-gebu oleh rupa, apalah itu jua pastilah nafsu.
Akan sangat familiar sekali di telinga kita tentang cinta pada pandangan pertama, namun rasanya belum terdengar mengenai iman pada pandangan pertama. Mudah untuk kita dapati sebuah cerita cinta lama bersemi kembali, susah sepertinya mengungkapkan iman lama bersemi kembali.
Untuk diriku, "Tentang iman... jangan pernah kau samakan dengan cinta yang kini istilahnya banyak disalahguna"
Pada 22.15 WIB Masih dengan kesendirian...

Berikan komentar terbaikmu :)

Peradaban Muda . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates