Fenomena Pacaran diibalik Kabut Asap
Fenomena pacaran
Karena estimasi waktunya melebihi fenomena kabut asap
Sebagian orang mengatakan pacaran adalah proses mengenal satu sama lain. Beberapa juga sependapat namun redaksinya jadi lebih sedikit modern, "Cara yang efektif untuk tahu banyak pribadi sang do'i"
Dilingkungan pendidikan malah lebih keren,
"Motivator dikala suntuk, penyemangat dalam belajar dan juga pengingat segala aktivitas hidup".
Example : "Sudah bangun beluumm ya*g???", "y*n* Sudah sarapan beluumm???" "Semangat buat UTSnya hari ini ya S***n*" X_X
Dan ini sepertinya kalimat yang biasa menggelitik di hati kita setiap kali tersadarkan dari aktivitas pacaran "Tapi saya sudah terlanjur basah?", "Lanjut saja, ibadah juga belum tentu diterima lagi", "Setiap orang punya pilihannya masing-masing,udah lanjut aja" X_X
Tapi, Alhamdulillah dunia juga memiliki orang-orang yang berpikir beda dari yang diatas. Bahwa hidupnya terlalu berharga untuk memikirkan orang yang tidak ada jaminan akan jadi miliknya. Bahwa ada cara lain yang lebih mulia, bahkan jauh-jauh terhormat daripada pacaran.
Dunia pun terus memproduksi wanita-wanita sholeha yang berusaha keras menjaga diri dan anaknya. Juga produksi laki-laki sholeh yang memaksimalkan masa mudanya untuk bertaqwa.
Teman, baju basah memang akan tetap basah jika terus di dalam air. Bahkan ketika ia keluar pun memerlukan 1 hari agar ia kering kembali. Dibutuhkan langkah untuk berubah, bertransformasi dari yang hina ke yang mulia, berhijrah dari yang haram kepada yang halal, dari pacaran ke jomblo menawan.
~Mudah-mudahan produksi manusia taqwa yang dimaksudkan adalah kita~ :')
Karena estimasi waktunya melebihi fenomena kabut asap
Sebagian orang mengatakan pacaran adalah proses mengenal satu sama lain. Beberapa juga sependapat namun redaksinya jadi lebih sedikit modern, "Cara yang efektif untuk tahu banyak pribadi sang do'i"
Dilingkungan pendidikan malah lebih keren,
"Motivator dikala suntuk, penyemangat dalam belajar dan juga pengingat segala aktivitas hidup".
Example : "Sudah bangun beluumm ya*g???", "y*n* Sudah sarapan beluumm???" "Semangat buat UTSnya hari ini ya S***n*" X_X
Dan ini sepertinya kalimat yang biasa menggelitik di hati kita setiap kali tersadarkan dari aktivitas pacaran "Tapi saya sudah terlanjur basah?", "Lanjut saja, ibadah juga belum tentu diterima lagi", "Setiap orang punya pilihannya masing-masing,udah lanjut aja" X_X
Tapi, Alhamdulillah dunia juga memiliki orang-orang yang berpikir beda dari yang diatas. Bahwa hidupnya terlalu berharga untuk memikirkan orang yang tidak ada jaminan akan jadi miliknya. Bahwa ada cara lain yang lebih mulia, bahkan jauh-jauh terhormat daripada pacaran.
Dunia pun terus memproduksi wanita-wanita sholeha yang berusaha keras menjaga diri dan anaknya. Juga produksi laki-laki sholeh yang memaksimalkan masa mudanya untuk bertaqwa.
Teman, baju basah memang akan tetap basah jika terus di dalam air. Bahkan ketika ia keluar pun memerlukan 1 hari agar ia kering kembali. Dibutuhkan langkah untuk berubah, bertransformasi dari yang hina ke yang mulia, berhijrah dari yang haram kepada yang halal, dari pacaran ke jomblo menawan.
~Mudah-mudahan produksi manusia taqwa yang dimaksudkan adalah kita~ :')
Berikan komentar terbaikmu :)