Sunday, 26 January 2014

Sumber : Dokumentasi FLP OI
.:: Dia, Allah 'Azza wa Jalla, tak membatasimu dalam berbuat baik karena masa lalu yang begitu suram. Ataupun karena dulunya engkau adalah seorang yang pembangkang. 

.:: Tidak sedikit para syuhada' yang berjuang dijalan Allah, kelamnya adalah pemimpin kejahiliyahan. Menjunjung tinggi kemaksiatan. Baginya, dunia adalah segala-galanya. Bahkan tak terlihat setitikpun celah baginya berbalik pada kebenaran.

.:: Seorang Muslim/ Muslimah itu bagaikan proyek gedung besar. Ya, proyek yang harus senantiasa bangkit dari keterpurukan karena ia tak dilihat dari kegagalannya waktu itu, tapi usahanya jangka panjang. Ia dilihat dari masa depan. Gedung indah. Muslim yang kafah.

.:: Lantas, mengapa kalian menertawakan ia yang ingin mengikuti jejak para syuhada', mereka yang tak inginkan hubungan sebelum ikatan aqidah, Ingin menjadi yang terbaik dimata Rasul, dan tentu menjadi hamba yang begitu taat terhadap Penciptanya?

.:: Tak ada yang salah sahabat, manusia bukanlah hewan yang bebas melanglangbuanakan hawa nafsu, ataupun malaikat yang tak kunjung menjadi hamba yang taat. Ia menganugerahkan kesempurnaan pada makhluk yang satu ini, manusia.

.:: Pilihannya ada pada diri kita. Tak ubah seperti malaikat atau Tak lebih baik dari seekor hewan.

"Menjadi Muslim sejati seperti memutuskan hidup sebagai pohon yang tinggi, berakar kuat, berbatang tangguh, bercabang banyak, berdaun dan berbuah lebat,..."
Asa Mulchias dalam bukunya ~Jiwa-jiwa Gagah yang Pantang Menyerah~



Berikan komentar terbaikmu :)

Peradaban Muda . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates