Saturday, 26 October 2013

Mengajar adalah tugas yang mulia, tapi alangkah baiknya semua itu dilakukan secara ikhlas tanpa absen semata.  Ungkapan ini sepertinya tepat bila disandingkan dengan aktifitas belajar-mengajar di lingkungan fakultas teknik saat ini. Lingkungan fakultas teknik yang selama ini terlihat begitu cendekia ternyata tak diimbangi dengan kenyataanya.


Sumber : Dalam kelas pengajaran Tekim
Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya merupakan fakultas yang besar baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Setiap tahun fakultas ini menerima mahasiswa baru tidak kurang dari 5000 calon insinyur muda. Maka tak heran bila fakultas ini merupakan salah satu fakultas terfavorit di lingkungan akademik Universitas Sriwijaya. Namun ternyata, kegiatan belajar-mengajar masih pula dibayangi dengan banyak kendala. Salah satunya adalah tidak sedikitnya dosen yang sering menggabungkan dua kelas yang hari itu mempunyai mata kuliah yang sama. Hal ini tentu membuat proses belajar-mengajar yang tidak nyaman bahkan jauh dari kata kondusif. Salah satu mahasiswa teknik kimia namanya fulan, mengatakan bahwa hal ini sudah biasa bagi dirinya dan juga teman-temannya dapatkan. “ sudah biaso kak, kelas kami memang galak digabung cak ini, dak enak nian rasonyo cak lagi di pasar kambing baeh” ungkapnya saat dimintai pendapat. Menggabungkan dua kelas pada satu ruangan yang terbatas sudah menjadi trend dikalangan dosen fakultas teknik terutama teknik kimia.
Sekali lagi kita perlu kritis. Jangan hanya pintar didalam kepala tapi utamakan juga pintar dihati. Jika hanya sekedar memenuhi absen, maka kita tidak lebih baik dari anak SMA yang duduk dengan nyaman dan mendengarkan penjelasan gurunya dikelas yang kondusif.
Fasilitas dan kenyamanan sudah seharusnya kita peroleh dikampus ungu ini. Biaya kuliah yang semakin hari semakin mahal harus benar-benar kita sadari timbal-baliknya. Jika pemerintah adalah pelaksana sekaligus tempat mengadu akan semua hal yang rancu, maka di fakultas teknik kita mempunyai Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM KM FT) tempat kita menuangkan keluh-kesah segalanya. Maukah kita memanfaatkan wadah ini? Bersediakah kita menjadi bagian darinya? Sudah siapkah kita memilih pemimpinnya nanti? Mari kita perjuangkan bersama, siapapun yang terpilih nanti semoga dapat lebih bersikap tegas terhadap akademik yang semakin bebas.[]

28 Oktober, 85 tahun yang lalu pemuda bersatu. sekarang 28 oktober 2013 kita pun harus memilih pemimpin untuk teknik bersatu. dan bisa :D 

Berikan komentar terbaikmu :)

Peradaban Muda . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates