Pemilu, kembalikan kelas ku :(
Mengajar
adalah tugas yang mulia, tapi alangkah baiknya semua itu dilakukan secara
ikhlas tanpa absen semata. Ungkapan ini
sepertinya tepat bila disandingkan dengan aktifitas belajar-mengajar di
lingkungan fakultas teknik saat ini. Lingkungan fakultas teknik yang selama ini
terlihat begitu cendekia ternyata tak diimbangi dengan kenyataanya.
![]() |
| Sumber : Dalam kelas pengajaran Tekim |
Fakultas Teknik
Universitas Sriwijaya merupakan fakultas yang besar baik secara kuantitas
maupun kualitasnya. Setiap tahun fakultas ini menerima mahasiswa baru tidak
kurang dari 5000 calon insinyur muda. Maka tak heran bila fakultas ini
merupakan salah satu fakultas terfavorit di lingkungan akademik Universitas
Sriwijaya. Namun ternyata, kegiatan belajar-mengajar masih pula dibayangi
dengan banyak kendala. Salah satunya adalah tidak sedikitnya dosen yang sering
menggabungkan dua kelas yang hari itu mempunyai mata kuliah yang sama. Hal ini
tentu membuat proses belajar-mengajar yang tidak nyaman bahkan jauh dari kata
kondusif. Salah satu mahasiswa teknik kimia namanya fulan, mengatakan bahwa hal
ini sudah biasa bagi dirinya dan juga teman-temannya dapatkan. “ sudah biaso
kak, kelas kami memang galak digabung cak ini, dak enak nian rasonyo cak lagi
di pasar kambing baeh” ungkapnya saat dimintai pendapat. Menggabungkan dua
kelas pada satu ruangan yang terbatas sudah menjadi trend dikalangan dosen fakultas teknik terutama teknik kimia.
Sekali lagi kita perlu kritis. Jangan hanya pintar didalam kepala tapi utamakan juga pintar dihati. Jika hanya sekedar memenuhi absen, maka kita tidak lebih baik dari anak SMA yang duduk dengan nyaman dan mendengarkan penjelasan gurunya dikelas yang kondusif.
Fasilitas dan
kenyamanan sudah seharusnya kita peroleh dikampus ungu ini. Biaya kuliah yang
semakin hari semakin mahal harus benar-benar kita sadari timbal-baliknya. Jika
pemerintah adalah pelaksana sekaligus tempat mengadu akan semua hal yang rancu,
maka di fakultas teknik kita mempunyai Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga
Mahasiswa Fakultas Teknik (BEM KM FT) tempat kita menuangkan keluh-kesah
segalanya. Maukah kita memanfaatkan wadah ini? Bersediakah kita menjadi bagian
darinya? Sudah siapkah kita memilih pemimpinnya nanti? Mari kita perjuangkan
bersama, siapapun yang terpilih nanti semoga dapat lebih bersikap tegas
terhadap akademik yang semakin bebas.[]
28 Oktober, 85 tahun yang lalu pemuda bersatu. sekarang 28 oktober 2013 kita pun harus memilih pemimpin untuk teknik bersatu. dan bisa :D

Berikan komentar terbaikmu :)