Thursday, 18 April 2013

Tatanan angkasa luar yang begitu luas belum terungkap hingga kini. Misteri penciptaan dunia ini tak mempunyai ujung yang meyakinkan, sekalipun di amati dengan kecanggihan masa kini. Berbagai macam hipotesis juga telah banyak di kemukakan oleh para ahli, namun tetap saja
semuanya hanya sebatas pengetahuan yang tak berujung kepastian akan penciptanya. Inilah batas kemampuan Manusia.
Kita hidup di galaksi Bima Sakti. Salah satu galaksi yang ada di alam semesta ini mempunyai sistem tata surya yang telah tertata rapi, sehingga kita manusia dapat hidup di dalam bagiannya. Galaksi ini tersusun atas berbagai komponen dan isi, diantaranya merupakan matahari. Matahari adalah bintang induk Tata Surya dan merupakan komponen utama sistem Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 massa bumi. Massa yang besar ini menyebabkan kepadatan inti yang cukup besar untuk bisa mendukung kesinambungan fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke luar angkasa dalam bentuk radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik. Dahsyat, tak ada kekuatan apapun di bumi ini yang dapat menciptakan benda yang begitu hebat seperti Matahari ini. Selain matahari dan bintang-bintang lain yang mengisi ruang galaksi Bima Sakti, juga terdapat Planet-planet yang di dalamnya terdapat tempat yang cocok untuk kehidupan kita, Manusia.
Mari kita mulai dengan planet terjauh dari Matahari, yakni Pluto. Ketika ditemukan pada tahun 1930, benda ini dianggap sebagai planet yang kesembilan, definisi ini diganti pada tahun 2006 dengan diangkatnya definisi formal planet. Pluto memiliki kemiringan orbit cukup eksentrik (17 derajat dari bidang ekliptika) dan berjarak 29,7 SA dari Matahari pada titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) sampai 49,5 SA pada titik aphelion. Planet yang jauh dari Matahari ini tak mungkin dapat di tempati oleh makhluk hidup karena suhu dan kawasannya yang begitu hampa. Kemudian yang kedua, yakni planet Neptunus. Planet kedua yang terjauh dari matahari ini hampir sama dengan planet Pluto. Tak dapat di jadikan sebagai tempat bulan madu bagi pengantin baru. Planet selanjutnya yakni Uranus. sebagian besar planet ini tersusun oleh bongkahan batu es dan menjadi Planet dengan julukan raksasa es bersama Planet Saturnus. Kemudian planet yang terakhir dalam kategori Tata Surya bagian luar, yakni planet Yupiter. Planet terbesar dalam tatanan tata surya dengan 318 kali massa bumi, adalah 2,5 kali massa dari gabungan seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya adalah Hidrogen dan Helium.
Setelah planet bagian luar, maka kini kita akan bahas Planet bagian dalam yang diantaranya adalah tempat kita hidup. Empat Planet bagian dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) memiliki komposisi batuan yang padat, hampir tidak mempunyai atau tidak mempunyai satelit dan tidak mempunyai sistem cincin. Tiga dari empat planet ini (VenusBumi dan Mars) memiliki atmosfer, semuanya memiliki kawah meteor dan sifat-sifat permukaan tektonis seperti gunung berapi dan lembah pecahan. Mars, atmosfernya merupakan campuran racun. Venus, Planet raksasa yang sangat panas. Merkurius, Planet terdekat dengan matahari dan melelehkan makhluk hidup dalam bentuk apapun. Dan terakhir adalah Planet tersempurna bagi kehidupan, Bumi.
Bumi adalah Planet bagian dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui memiliki aktivitas geologi dan satu-satunya planet yang diketahui memiliki makhluk hidup. Hidrosfer-nya yang cair adalah khas di antara Planet-planet kebumian dan juga merupakan satu-satunya planet yang diamati memiliki lempeng tektonik. Atmosfer bumi sangat berbeda dibandingkan Planet-planet lainnya, karena dipengaruhi oleh keberadaan mahluk hidup yang menghasilkan 21% Oksigen. Planet Bumi di ciptakan dengan keajaiban secara istimewa dan tak ada yang menyamainya. Suhu bumi pun cukup pas untuk kehidupan dan jaraknya dari matahari cukup tepat.
Kesempurnaan tersebut sudah barang pasti ada yang mengatur dan merancangnya dengan khusus. Mari kita sama-sama berpikir akan kesempurnaan penciptanya dengan selalu bersyukur dan bertaqwa kepadanya, agar kita dapat merasakan kenikmatan yang lebih dari pada bumi, yakni Surga. Allahuakbar!!

Berikan komentar terbaikmu :)

Peradaban Muda . 2017 Copyright. All rights reserved. Designed by Blogger Template | Free Blogger Templates